Jangan Gonta-Ganti Bahan Bakar

Bahan bakar kendaraan bermotor yang awam dipakai di Indonesia merupakan solar, premium, pertalite, dan pertamax. Khusus solar cuma dipakai untuk kendaraan bermesin diesel. Nah, saat ragam bahan bakar yang umum kita pakai habis di SPBU, sementara keadaan tangki kendaraan telah kritis, tidak ada opsi kecuali mengisikan ragam lainnya.

Misal lazimnya menerapkan premium, lalu hari ini mengisi dengan pertalite. Padahal di dalam tangki masih ada sisa premium, yang otomatis akan bercampur dengan pertalite.

Baca juga : Mitsubishi Colt Diesel

Bahaya nggak, sih mencampurkan dua atau lebih ragam bahan bakar? Yuk, simak penjelasannya.

Mengetahui lebih jauh seputar bensin alias premium
Pertama, mari berkenalan dengan bensin alias premium. Bahan bakar yang satu ini paling banyak dipakai sebab harganya paling murah dibanding yang lain (selain solar). Bensin merupakan produk bawaan minyak bumi yang yakni hasil penyulingan minyak mentah.

Sedikit kilas balik ke pembelajaran di tempat duduk SMA, minyak merupakan senyawa hidrokarbon yang tertata dari faktor hidrogen (H) dan karbon (C).

Kunjungi juga : Mitsubishi Jakarta

Bagus itu minyak goreng, mentega, bensin, hingga aftur si bahan bakar pesawat, semuanya mengandung faktor C dan H. Bedanya, panjang rantai hidrokarbon dalam tiap-tiap bahan bakar tak sama. Untuk bahan bakar kendaraan bermotor berada di panjang rantai C7 hingga C10.

Pertalite dan pertamax termasuk ragam bahan bakar yang mana?
Sesudah berkenalan dengan premium, lalu masuk ke ragam apakah pertalite dan pertamax? Nah, ini yang mesti kau pahami. Selain solar, bahan bakar lain seperti pertalite dan pertamax merupakan produk bawaan bensin. Lalu apa yang membedakan? Pembedanya merupakan poin oktan.

Poin oktan merupakan tetapan yang dipakai untuk menilai kwalitas bahan bakar. Kian tinggi poin oktan, karenanya kian bagus pula kecakapan bahan bakar menuntaskan ketukan pada mesin. Nah, ketukan (knocking) ini yang bikin mesin pesat rusak.

Bagaimana urutan kwalitas bahan bakar di pasaran?
Besarnya poin oktan untuk bahan bakar awam merupakan sebagai berikut:

Mitsubishi Tangerang

  • Premium (bensin) = 88
  • Pertalite = 90
  • Pertamax = 92
  • Pertamax Plus = 95

Dari data di atas, terlihat kan apa yang membedakan ragam-ragam bahan bakar?

Wajar apabila pertamax dan pertamax plus mempunyai harga tinggi per liternya sebab kualitasnya kian bagus dalam menuntaskan ketukan mesin. Jadi, apabila berharap mempunyai mesin kendaraan yang senantiasa prima dan terrawat, jangan ragu membeli bahan bakar mahal tetapi bermutu sebanding.

Dealer Mitsubishi

Jadi, bahaya nggak sih apabila gonta-ganti ragam bahan bakar?
Bicara bahaya atau tak seandainya kerap kali gonta-ganti bahan bakar, karenanya jawabannya merupakan relatif. Mengapa relatif? Ada sebagian elemen yang dapat mengucapkan bahaya atau tidaknya gonta-ganti bahan bakar.

Pertama, seberapa kerap kali? Bila kau terlalu kerap kali gonta-ganti, karenanya kerja mesin menjadi ‘linglung’ sebab tiap-tiap ragam bahan bakar mempunyai tingkat kompresinya masing-masing. Peralihan yang terlalu pesat dan kerap kali tentu berakibat buruk.

Kedua, amati keadaan tangki. Sebaiknya biarkan bahan bakar sebelumnya habis atau tersisa sedikit, baru menggantinya dengan ragam lain.

Ketiga, ingat bahwa kesemua ragam bahan bakar itu mempunyai faktor penyusun yang sama. Tertata atas rantai hidrokarbon, yang tak memunculkan respon kimia membahayakan meskipun tercampur. Bahaya justru muncul seandainya dalam bahan bakar hal yang demikian ada pengotor seperti logam berat, yang didapatkan dari lingkungan atau daerah penyimpanan.

Kini telah mengerti, kan seputar bahaya atau tidaknya gonta-ganti bahan bakar? Selamat berkendara!

Mitsubishi Cikupa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *